When in January 1929 Tintin set out on the first of many adventures, he needed a loyal and faithful companion. Nothing could fit the bill better than a dog, man's best friend.
Tintin membuat semua orang kagum karena tahan banting. Meskipun menghadapi rintangan berat dari para musuh dan penghalang, reporter yang cerdas ini terbukti tak terkalahkan dan dapat dianggap tidak bisa mati. Sir Arthur Conan Doyle tidak bisa membunuh pahlawannya, Sherlock Holmes, demikian pula Herge tidak bisa menghentikan langkah Tintin---meskipun sang reporter terjebak bahaya besar dalam gam…