Text
Cinta komaku
Ujung jarum yang patah itu telah membawa Duri pada sebuah perjumpaan. perjumpaan dengan seorang petarung malaikat maut yang mengatakan apa yang dia lakukan, "Art and Altruism".
Duri yang merasa ruang kesunyiaannya menjadi terisi oleh perjumpaan itu kemudian menyebut semua tidak ada yang kebetulan. Namun Pradipta bilang, tak semua yang terjadi adalah sesuai ketentuan-Nya.
Pradipta adalah manusia yang dimiliki oleh waktu. Sementara Duri, mengejar waktu. Maka ke mana muara perjumpaan yang melibatkan perbedaan cara pandang serta kenangan masa lalu itu? Pada perjumpaan lainnya lagi? Atau pada cinta?
Tidak tersedia versi lain