Swapustaka Kwarta & Anita

  • Beranda
  • Profil
    Sejarah
    Visi dan Misi
    Pustakawan
    Kontak
    Jam Layanan
    Tata Tertib
  • Sumber Daya
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of 50 tahun kompas memanggungkan Indonesia di mata mereka
Penanda Bagikan

Text

50 tahun kompas memanggungkan Indonesia di mata mereka

Kompas Media Nusantar - Badan Organisasi; Pambudy, Ninuk Mardiana - Nama Orang;

Sebagai media yang ikut merekam perjalanan bangsa Indonesia, Kompas masih dipercaya sampai hari ini oleh rakyat dalam menghasilkan berita-berita yang jujur, akurat, dan tidak memihak, selayaknya media seharusnya. Walaupun, Kompas sudah dipercaya, namun dulunya Kompas harus merasakan kepahitan pada masa Orde Baru. Keharusan tidak terbit beberapa hari setelah peristiwa G30S/1965 atas permintaan aparat keamanan demi terciptanya ketenangan, larangan terbit selama kurang lebih dua minggu di bulan Januari-Februari 1978, membenarkan rumusan Prof. Rooij. Peristiwa politik tahun 1965 berikut dampaknya di hari-hari kemudian, juga peristiwa 1978, membawa terang dan pelecut memperjuangkan idealisme media: mendidik masyarakat agar semakin demokratis, toleran, dengan sikap serba tahu diri. Gua garba surat kabar-surat kabar Indonesia adalah perjuangan, plus-minus sudah dihidupi Kompas sejak awal kehadirannya, terus dikembangkan, disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Perjalanan usia ke-50 harian Kompas merupakan kesempatan untuk melakukan introspeksi khusus. Seberapa jauh Kompas telah berkontribusi untuk negara dan bangsa ini dengan panji pengabdian Amanat Hati Nurani Rakyat? Secara khusus, Kompas menghadirkan tokoh-tokoh untuk memberikan kilas balik dan tinjauan ke depan harian ini serta harapan mereka agar Kompas tetap bersuara lantang di tengah riuh rendah kebisingan. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya adalah Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Franz Magnis-Suseno, Daoed Joesoef, B.J. Habibie, Hamengku Bawono IX, dan Bagir Manan. Kompas sesuai dengan namanya ”penunjuk arah” tetap hadir sesuai perkembangan zaman. Memperkaya dan merekat kemajemukan Indonesia dan menjadi lentera di tengah kegelapan.


Ketersediaan
#
My Library (900) 920.4 TAH
SWA0239
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
920.4 TAH
Penerbit
Jakarta : Kompas Media Nusantara., 2015
Deskripsi Fisik
x, 278 p ; 23 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789797099732
Klasifikasi
920.4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Biografi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Kompas Media Nusantara
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Swapustaka Kwarta & Anita
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?