Text
Ketoprak Betawi
Percaya atau Tidak Inilah Potret Betawi Zaman Baheula Jakarta yang sekarang sering disebut kota metropolitan ternyata dulu pernah mendapat julukan tak sedap Kota Taji. Julukan itu bukan hanya asal-asalan, tetapi ada asal mulanya. Bahkan tanggal 22 Juni yang setiap tahun dirayakan sebagai hari fahir Jakarta pun sempat menimbulkan perdebatan di kalangan para ahli.
Jika kini penduduk Jakarta ribut tak bisa mandi karena sulitnya memperoleh air bersih, dulu malah sebaliknya. para anggota kompeni justru jarang mandi. Bagi mereka mandi merupakan suatu paksaan, sehingga perlu dikeluarkan peraturan khusus untuk serdadu kompeni yang mewajibkan mereka mandi delapan atau sepuluh hari sekali Tetapi anehnya, sang gubernur jenderal malah senang mandi di kali. Saat itu pun air Kali Ciliwung sudah diiklankan sebagai nilai tambah oleh sebuah hotel.
Ruwetnya masalah transportasi bukan hanya terjadi di Jakarta sekarang ini. Sejak zaman baheula pun alat transportasi susah sering berganti-ganti Dari trem kuda, trem. Betawi yang digerakktan dengan uap kalengan, trem uap, sampai trem listrik. Semuanya kini cuma tinggal dongeng belaka. Sama seperti yang ditiobapi pengusaha angkutan sekarang ini. soal salah urus, merugi, maupun BBM pun sudah terjadi sejan dulu.
Gilang Monas yang kita kenal sekarang ini rencananya sudah disusun sejak 1892. meskipun pelaksanaanya baru teralisasi jaulj setelah itu. Asal taju saja, lapangan seluas 90 ha itu merupakan taman terluas pada zamannya dibandingkan dengan tempat serupa di kota-kota besar lain di dunia seperti Champs de Mars di Paris. Saint James Parli, Green Park, maupun Hyde Park di London.
Tidak tersedia versi lain